Dunia Makin Ada-Ada Aja

 Gelang dari sang 'biksu'. 

Gelang dari sang 'biksu'. 

Jadi gini. Tanpa bermaksud mendiskreditkan golongan tertentu, aku wondering aja, sih.

Belakangan ini, aku sering liat orang berpakaian seperti biksu mondar-mandir di jalanan Jogja. Alasan aku specifically bilang 'orang berpakaian seperti biksu', karena aku nggak bisa mutusi mereka biksu beneran atau ndak.

Barusan, pas lagi di parkiran Indomaret, aku dihampiri oleh salah satunya, mukanya ramah, usia sekitar 40 tahunan, sambil bawa mangkok untuk tempat uang sumbangan. Aku yang awalnya ga ada prasangka apa-apa, ngambil duit 5 ribuan (adanya segitu), dan taruh di mangkoknya.

Dia senyum doang, ga ngomong, terus dia ambil gelang dari tangan kirinya yang lagi megang mangkok makein gelang itu ke tanganku, dan nyalamin aku.

Aku pikir abis itu doi pergi. Tapi dia tetep di situ sambil tunjuk-tunjuk selembar uang 20.000 yang tersampir di bibir mangkok. Aku bilang gak ada. Dia tunjuk-tunjuk terus sambil senyum, dan akhirnya bilang, "Dua puluh..." Aku bilang ga ada, dan buka tempat uang receh buat parkir, ngasih sekitar dua lembar uang 2000an. Abis itu dia masih tunjuk-tunjuk uang 20.000-nya bentar, dan akhirnya pergi.

----------------

Beberapa waktu lalu, pas lagi makan di Sate Samirono sama papaku, aku juga disamperin sama salah satu dari mereka juga. Dateng dengan senyum. Nggak bicara. Cuma ngangkat mangkoknya dan ngajak salaman. Sama papaku dicuekin awalnya. Tapi akhirnya dikasih duit juga. Dan masih sambil senyum, nundukin kepala, ngulurin tangan buat salaman, kemudian pergi.

----------------

In this kind of world, aku sebenernya ngerasa bersalah karena akhirnya mau nggak mau jadi berprasangka jelek gara-gara yang terakhir tadi agak ngotot minta duit 20.000. Setahuku, biksu beneran nggak melakukan hal demikian.Udah sering sih denger soal scam kayak gini, tapi di negara-negara macem Malaysia, Thailand. Iseng googling, ternyata di Indonesia juga udah mulai marak. Sempat ada yang ditangkap polisi pula.

Dulu juga sempat ada scam yang jual booklet voucher diskon, yang katanya uang hasil penjualannya disumbangin buat yayasan veteran, yayasan kanker dll.

Dasarku sih sebenernya simple, niatku ngasih duit meskipun cuma sedikit, ya tulus. Urusan dia nipu atau nggak, ya urusan dia. Tapi, yang bikin sedih itu adalah karena mereka mengatasnamakan pihak-pihak yang innocent, yang seharusnya citranya dijaga sebersih mungkin.

Kalau kayak gini 'kan ga heran kalau makin lama orang makin sangsi mau ngasih donasi, karena takut itu scam, takut itu tipu-tipu. Padahal mungkin pada saat itu, ada pihak yang bener-bener butuh bantuan.

Nggak heran kalau suatu saat orang jadi males untuk berbuat baik ke orang lain, karena ternyata mereka berbuat baik untuk orang yang salah. Nggak banyak lho orang yang bisa ikhlas ngebaikin orang terus meskipun dia pernah berkali-kali ditipu atau dibohongin.

----------------

Well, daripada postingan ini tambah panjang, intinya aku mau share aja, kalau ternyata makin ke sini makin ada-ada aja cara orang cari duit. Besar kemungkinannya orang-orang yang kutemui itu biksu palsu, but who am I to judge.

Yang penting selalu waspada, karena dunia makin ada-ada aja.