The Evolution of Relationship : Surviving in The Internet Era

Blog post kedua di #JuliNgeblog.

Daripada bingung mau nulis apa, akhirnya diputuskanlah untuk menyelesaikan salah satu tulisan yang teronggok di folder 'draft'. Dan meskipun temanya agak random, tapi niscaya cukup relevan dengan kehidupan umat manusia masa kini. :p

Oke. Judul postingan kali ini sengaja dibikin sok keren dengan Bahasa Inggris biar rada catchy gitu. Isinya sih tetep Bahasa Indonesia seadanya, kalo mau full English mah, adek nyerah bang. *kibar-kibar bendera putih*

Terus kenapa tema ini yang diangkat? Jawabannya adalah karena mau nggak mau yang namanya internet di zaman moderen ini semacam udah jadi kebutuhan primer bagi sebagian besar orang. Sudah jadi part of our daily life. Sudah banyak yang berubah karena internet, baik secara positif maupun negatif. Dan tak bisa dielakkan bahwa yang namanya 'love life' pasti kena imbasnya juga.

Jadi, kira-kira perubahan seperti apa sih yang sudah disebabkan sama internet dalam sebuah relationship?

Berikut hasil analisa sotoy saya!

1. Komunikasi Makin Mudah, Masalah Juga Nambah

Banyak yang bilang, pacaran zaman sekarang mah enak, teknologinya udah maju, apa-apa serba gampang. Bener, sih. Tapi masalah juga jadi gampang datengnya. Sadar atau nggak, dengan makin mudahnya mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka keinginan atau ekspektasi terhadap hal tersebut juga ikut bertambah. Padahal, tau sendiri 'kan kalau ekpektasi itu kalau terlalu tinggi juga bisa bikin sakit hati? (--,)>

Contohnya, karena sekarang kita bisa dengan cepat dan mudah berkomunikasi via chatting clients macam WhatsApp, Line, BBM dan lain sebagainya, maka kecenderungannya adalah kita pengen pesan kita dibalas secara real time. Telat dikit, bisa jadi masalah. Cuma dibaca doang, bisa jadi prasangka. Coba bandingkan ketika zaman dulu orang rata-rata berkomunikasi lewat surat, secara nggak langsung mereka terlatih buat sabar dan nggak berprasangka yang macem-macem.

2. Sumber Penyebab Insecure Makin Banyak

jls.jpg

Dengan makin banyaknya aplikasi social media yang bermunculan dari waktu ke waktu, ditambah karakter orang Indonesia yang rata-rata pada suka kalau ada 'mainan' baru, nggak heran kalau hampir setiap orang sekarang punya banyak akun social media sekaligus dan semuanya aktif. Mulai dari Path, Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat, Tinder, Grindr.

Sebelum zaman internet dan social media, palingan orang tuh cemburu karena apa sih? Biasanya ya ketika ngeliat pasangannya jalan berduaan sama orang lain, atau ada temen kantor/sekolah/kuliahnya yang rajin nganterin pulang dan ngajak makan bareng, itu-itu aja. Sekarang, cuma gara-gara ada temen lawan jenis yang sering ngelike postingan aja, bisa jadi masalah.

Posisinya serba salah, sih. Mau dibilang lebay ya lebay, tapi kalau dicuekin kok ya sering kejadian juga cinlok yang berawal dari saling like atau saling comment. Bingung, 'kan? Sama.

3. Interaksi di Social Media Lebih Penting Dari Interaksi Dunia Nyata

Ini bisa dibilang sebagai perubahan yang paling bikin sedih, sih. Masih saling terkait juga sama dua hal sebelumnya. Dan pengaruhnya nggak cuma di urusan percintaan, tapi juga di pertemanan, keluarga dan lain-lain.

Seringkali kita lihat, satu pasangan sibuk komen-komenan atau saling mention di social media, padahal mereka ya lagi barengan di satu tempat yang sama. Orang yang ngebaca tweets atau komennya sih mungkin bakal mikir betapa romantisnya mereka, saling becanda atau sayang-sayangan di social media. Tapi apa nggak malah jadi pertanyaan, ketika lagi barengan dan bisa ngobrol langsung, kok malah ngobrol di social media?

Contoh kasus lainnya, seorang cewek ngambek sama cowoknya karena cowoknya nggak pernah posting dan ngetag dia kalau lagi jalan bareng, atau nggak pernah komen di postingan dia, padahal dia tau kalau HP cowonya masih HP Nokia pisang. :| Ini juga salah satu contoh bahwa interaksi di social media itu dianggap begitu pentingnya. Meskipun seharian jalan bareng, ke mana-mana ditemenin, apa-apa diturutin, tapi kalau jarang respon di social media, kamu bisa aja dianggep nggak sayang sama pacar. Pusing, 'kan? Sama.


Kayaknya sementara cukup tiga hal dulu deh yang bisa dijabarkan dengan sotoy-nya di postingan kali ini. Sebenarnya pas pertama kali kepikiran ide buat nulis ini sih, ada cukup banyak hal yang bermunculan, tapi sekarang udah lupa. :| Yah, kalau misalnya menurut kamu masih ada hal lain yang bisa ditambahin tentang ini, feel free to leave a comment (modus minta dikomen). (--,)>