The Wanderer

Tahukah kamu tempat tinggalku? Aku bukan manusia bumi, aku cuma numpang tinggal di sini. Ya, di atas tanahnya dan di bawah langitnya…

Ingin tahu tempat tinggalku? Oh,kamu tak akan tahu. Kecuali kuundang kau ke sana. Bersamaku, tentu saja…

Tak seperti manusia yg lain, rumahku bentuknya bundar. Mungil dan hampir transparan. Aku bebas menggelindingkannya ke mana saja saat bosan.

Aku tak butuh dapur, kamar tidur, ruang tamu atau pun kamar mandi. Semua ada di sini, di otakku, di imajinasiku…

Bila malam tiba aku bersembunyi, menutupi “rumah”ku dengan imajinasiku, agar tak ada yg bisa mengintip ke dalam. Aku tak mau mimpiku dicuri…

Saat mentari datang, aku gelindingkan rumahku, penuh riang, mengamati apa yg bisa aku amati dari dinding transparannya.

Aku bisa melihat apa saja, tanpa ada orang melihatku. Aku bisa menembus apa saja, tanpa ada orang yang tahu. Aku suka…

Aku pernah tak sengaja menggelinding ke markas perampok, mereka sedang merencanakan sesuatu, entah apa, tapi sepertinya tentang sebuah alat.

Alat yang tak terlihat dan mampu menembus apapun, seperti rumahku. Ah, tak berguna, batinku… Toh aku tak perlu uang, imajinasiku sudah sangat membahagiakanku.

Di lain hari, aku menggelinding ke pusat kota, menyusup ke perkantoran. Uh, aku tak tahan… Terlalu banyak hal buruk yang kulihat.

Di sini, seorang bos merayu sekretarisnya. Di sana, sekelompok karyawan mengadakan diskusi gelap tentang rencana penggelapan. Di situ… Ah, entah…

Aku menghentak, menggelinding lagi, kali ini ke hutan. Aku ingin bertemu teman-temanku. Ya, hanya mereka yg tau keberadaanku.

Di sana aku bercerita, bercengkrama dengan mereka. Terkadang mereka mengadu padaku, hutan tak lagi aman, mereka tak lagi hidup tenang.

Aku hanya bisa jadi pendengar, aku bukan orang bumi, aku tak bisa apa-apa. Aku hanya bisa hibur mereka dengan imajinasiku, sebatas itu.

Tak terasa matahari pun undur diri, aku memberi salam selamat tinggal pada teman-temanku. Menggelinding lagi mencari tempat yang tersembunyi.

Mengapa sembunyi? Sekali lagi karena aku tak mau mimpiku dicuri. Itu hartaku, hanya itu milikku.

Manusia tak melihatku saat sadar, namun lewat mimpi mereka bisa menemukanku. Karenanya aku bersembunyi, menutup rumahku dengan selubung imajinasi.

Seru ‘kan jadi aku? Bertualang ke mana aku mau… Kamu mau ikut denganku? Temui aku malam ini, di mimpimu…