Tiga Wanita, Tiga Cerita

Aku selalu suka tempat ini, meja di pojokan ini. Biasanya aku menghabiskan berjam-jam waktuku bersamanya. Bercengkrama, berdiskusi, bermesraan, banyak! Untuk hari ini hanya segelas jus apel dan sebuah novel yang menemaniku. Ia sedang sibuk.

*****

HAH! Selalu saja membatalkan di detik-detik terakhir! Padahal aku sudah menantikan hari ini, dia ‘kan sudah janji. Gaun dan sepatu tumit tinggi baru, dengan susah payah aku mencoba terbiasa memakainya untuk kencan kali ini. Untung saja aku membawa kaos, jeans dan keds-ku. Ah! Dan tak lupa rokok kretekku.

*****

Tak terasa, sudah sepuluh tahun pernikahan kami. Semoga kali ini dia tepati janjinya. Aku ingin bernostalgia.

*****

Seorang lelaki memasuki kafe itu, tertegun sejenak, melangkah mundur perlahan, berputar arah, pergi.