Bocah Laki-laki dan Sekotak Krayon Warna-Warni

November baru saja terbit malu-malu,
basah ia oleh tangis yang bukan miliknya
Mungkin milik awan yang cemburu,
pada rekah pelangi di bibir gadis kecil yang tengah tertawa

Ia kini punya teman baru
Seorang bocah laki-laki lucu
Selalu temaninya dengan sekotak krayon warna-warni
Hingga sepi memilih ‘tuk undur diri

Dikenalkannya warna demi warna
Dilukisnya satu per satu lengkung yang sempurna
Cerahkan dua busur kusam,
di bawah hidung sang gadis, yang diam-diam menyimpan kelam

November masih basah oleh tangis yang bukan miliknya
Dua bocah berlarian dalam meriah canda
Tak setitik bias mendung langit pada wajah-wajah lugu itu
Hanya empat pipi dengan semu merah jambu…